Entah apa yang ada difikiran aku saat ini. Rasanya ingin sekali
menulis dan mengungkapkan isi hatiku untuk “dia” yang aku sayang.
Ya Allah Ya Tuhan aku mencintai dan menyayanginya. Walaupun aku tahu
“dia” sudah mencintai dan menyayangi orang lain. Walaupun aku tahu aku
tak pantas untuknya. Tapi aku ikhlas mencintainya karena diriMu Ya
Allah. Ajari aku untuk senantiasa kuat, sabar dan ikhlas menerima
kenyataan Ya Allah, aku percaya atas rencanaMu, Aku percaya akan
kuasaMU, Aku percaya Engkau mengetahui isi hatiku serta keinginanku.
Aku hanya bisa berdoa untuknya, bahagiakan dia dengan pilihan
hatinya, tolong lindungi “dia” dimanapun “dia” berada, jaga dia agar
senantiasa melakukan kebaikan dijalanMu, sayangi “dia” dan berikanlah
semua yang terbaik untuknya. Ya Tuhan aku sayang “dia”. Bila aku masih
dikasih kesempatan untuk bertemu dengannya, izinkan aku untuk bertemu
dengannya......... Tapi jika kami tak dapat dipertemukan dan
disatukan didunia, pertemukanlah dan satukanlah kami di surgaMu yang
indah, nanti.....
Ya Allah ampuni hamba yang selalu mengeluh, jadikanlah hamba orang yang selalu bersyukur.
“Ya Tuhan, lapangkanlah dadaku, mudahkanlah segala urusanku, dan lepaskanlah kekakuan lidahku, agar mereka mengerti perkataanku.....
Amin....
Dari Abu Dzar ra., Rasulullah SAW bersabda : "Engkau tersenyum di depan
saudaramu adalah sedekah" (Riwayat Bukhari dari Kitabul Adab)
Senyum itu sedekah? Begitu mudah untuk mendapat pahala sedekah tanpa
mengeluarkan wang ringgit atau peluh ! Tapi, benarkah senyum itu mudah?
Senyum adalah luahan batin. Ia merupakan ciri khas makhluk yang bernama
manusia. Manusia mudah jatuh hati pada seseorang yang tersenyum. Senyum
juga mampu menumbuhkan rasa gembira, menyebabkan hati menjadi damai.
Senyum juga mampu mengusir duka.
Sebaliknya, tanpa senyum, orang akan menjauhkan diri dari kita. Manusia
cenderung untuk tidak menyukai sikap sombong, angkuh, kasar dan
bengis…dan semuanya wujud tanpa senyuman. Firman Allah SWT., "Maka
disebabkan rahmat Allah lah kamu berlaku lemah lembut terhadap mereka.
Sekiranya kamu bersikap keras lagi berhati kasar, tentulah mereka
menjauhkan diri dari sekelilingmu." (QS. Ali-Imran : 159).
baragam hati~
Senyum yang lahir dari perasaan adalah senyum sejati. Ia hadir saat
seorang Muslim bertemu dengan saudaranya atau menyaksikan peristiwa yang
mengundang senyum. Peribadi Rasulullah SAW sentiasa dihiasi dengan
sifat ini. Abdullah bin Harits mengatakan, "Saya belum pernah melihat
seorang pun yang paling banyak tersenyum daripada Rasulullah SAW."
(Riwayat Ahmad).
kerana diriku sndiri jga tdk mmpu untk memiliki apa yg aq mhu dgn sndiri nya...
lbh baeq kta meminta drpd ALLAH S.W.T yg Maha ESA.......
Doa hendaklah dibaca dengan perasaan penuh rendah diri di hadapan Allah SWT.
SABAN hari umat Islam di seluruh pelosok dunia memanjatkan doa kepada
Allah SWT dengan harapan segala permohonan diperkenankan-Nya. Namun
tidak semua doa daripada seseorang insan itu termakbul. Lantaran itu,
sesetengah pihak tertanya-tanya kenapa doanya itu tidak berhasil
sedangkan Allah telah berfirman:
Berdoalah kamu kepada-Ku nescaya Aku perkenankan doa permohonan kamu. (Ghaafir: 60)
Hakikatnya, Allah SWT adalah Tuhan yang Maha Adil dan Dia sentiasa
mengotakan janji-janji-Nya. Namun hamba-hamba-Nya adakalanya gagal untuk
memahami hikmah di sebalik segala keputusan Allah. Kita merasakan apa
yang dipinta daripada-Nya itu merupakan yang terbaik untuk diri kita
sedangkan Allah lebih mengetahui segala-galanya dan setiap keputusan-Nya
itu memiliki hikmah yang adakalanya tidak disedari oleh seseorang
insan.